Wisata

Aketajawe Lolobata, Permata di Jantung Halmahera

Aketajawe Lolobata berada di jantung Pulau Halmahera, yang menyimpan banyak cerita Perang Dunia II. Di pulau ini, Jepang pernah membangun pangkalan militernya. Hutan lebat menyelimuti taman nasional ini hingga 88, persen luas totalnya. Belantara ini bak permata hijau di Halmahera. Sementara itu, rawa air tawar membentang 100 hektare dengan penutupan tajuk terbuka yang temporer. Air menggenangi kawasan ini pada musim hujan.

Dalam kehidupan penuh anugerah alam itu, hidup pula masyarakat suku Tobelo Dalam. Suku ini turun-temurun tinggal di hutan Halmahera, suku ini menautkan hidupnya: makan, minum obat dan kesehatan. Kendati suku Tobelo Dalam telah ada sejak ratusan tahun lalu, namun hutan Halmahera masih terjaga dengan baik.

Keanekaragaman ekosistem yang berkembang di alam raya Aketajawe Lolobata membentuk keanekaragaman species. Burung Mandar gendang (Habroptila wallacii) dan Kuntul besar (Egretta alba) hidup di habitat rawa air tawar. Sementara Paok halmahera (Pitta maxima) mendiami habitat basah di daerah lembah dan sungai.

Aketajawe Lolobata
Aketajawe Lolobata

Di hutan dataran rendah hidup Raja udang biru-langit Alcedo azurea) dan Walik Raja (Ptilinopus superbus). Elang alap Halmahera (Accipiter henicogrammus), Sikatan burik (Muscicapa griseisticta) mendiami pegunungan sawah. Banyaknya jenis burung dengan tingkat endemitas yang tinggi, tidak salah bila kawasan ini disebut surga bagi pengamat burung. Salah satu burung yang menarik adalah Bidadari almahera, merupakan 2 dari jenis burung yang berasal dari keluarga Cendrawasih.

Selain surga burung, di beberapa titik di kawasan hutan Taman Nasional Aketajawe Lolobata, ditemukan air terjun, sungai tenang hingga deras, anak sungai hingga sungai selebar 30 m. Telaga Pintatu menghadirkan flora dan fauna yang unik dengan sekawanan bebek hutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *